LAPORAN JURNAL
Ditujukan untuk memenuhi
salah satu tugas mata kuliah Sistem Komputer dan Jaringan yang diampu oleh
Bapak Dr. Arya Adhyaksa Waskita S.Si.,M.Si
.
MAHARDHIKA BAGUS
ADITYA (251012000062)
MELINDA PERMATA PUTRI
(251012000039)
WAHYU TRI SUWENO
(251012000103)
PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK INFORMATIKA
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS PAMULANG
2025
|
Judul |
Can a conventional email phishing nudge help fight SMiShing attacks? |
|
Jurnal
Publikasi |
|
|
Volume &
Halaman |
Volume 95 (2026), Halaman 104031 |
|
Tahun |
2026 (Tersedia online 3 Juni 2025) |
|
Penulis |
Morgan E. Edwards, Jing Chen,
Jeremiah D. Still. |
|
Reviewer |
Mahardhika
Bagus Aditya (251012000062) Melinda Permata
Putri (251012000039) Wahyu Tri
Suweno (251012000103) |
|
Tanggal |
12 Desember 2025 |
|
Abstrak |
Penelitian ini menguji apakah nudge
perilaku yang efektif untuk mendeteksi phishing email juga dapat membantu
pengguna mengenali serangan SMiShing (SMS phishing). Menggunakan metodologi Signal
Detection Theory (d’, c, dan tingkat kepercayaan diri), penelitian ini
menemukan bahwa nudge meningkatkan deteksi phishing pada email, tetapi justru
menurunkan kinerja deteksi pada pesan SMS. Hasil ini menunjukkan bahwa nudge
email tidak dapat langsung diterapkan pada SMiShing. |
|
Latar Belakang |
Phishing melalui email telah lama
diteliti, namun meningkatnya penggunaan perangkat seluler membuat SMiShing
menjadi ancaman baru. SMS memiliki tampilan minimalis dan informasi pengirim
terbatas sehingga sulit menilai keaslian pesan. Sementara nudge terbukti
efektif dalam konteks email, belum diketahui apakah nudge tersebut dapat
bekerja pada pesan SMS. Penelitian ini dilakukan untuk menilai apakah nudge
email dapat diadaptasi untuk meningkatkan deteksi SMiShing. |
|
Tujuan
Penelitian |
1. Mengetahui apakah nudge email
konvensional dapat meningkatkan deteksi SMiShing. 2. Menilai bagaimana nudge memengaruhi
tingkat kepercayaan diri pengguna dalam menilai pesan SMS. |
|
Metode
Penelitian |
Penelitian menggunakan desain
within-subject 2×2 dengan variabel jenis pesan (email vs SMS) dan keberadaan
nudge (ada vs tidak ada). Sebanyak 80 partisipan mengikuti eksperimen dan
menilai berbagai pesan apakah sah atau phishing. Kinerja mereka diukur menggunakan
Signal Detection Theory (d’, c, dan confidence rating). |
|
Hasil
Penelitian |
· Email: Nudge
meningkatkan kemampuan pengguna membedakan pesan sah dan phishing serta
membuat mereka lebih berhati-hati. · SMS: Nudge menurunkan kemampuan deteksi
SMiShing dan tidak berpengaruh pada kehati-hatian maupun kepercayaan diri
pengguna. Secara keseluruhan, nudge yang efektif di email tidak dapat langsung
diterapkan pada SMS. |
|
Kesimpulan |
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
nudge yang dirancang untuk meningkatkan deteksi phishing pada email tidak
dapat diterapkan secara efektif dalam konteks SMiShing. Perbedaan
karakteristik antarmuka SMS seperti tampilan yang lebih sederhana, informasi
pengirim yang sangat terbatas, serta penggunaan tautan yang dipersingkat mengakibatkan
nudge tersebut tidak memberikan peningkatan kinerja deteksi, bahkan
menurunkannya. Temuan ini menegaskan bahwa intervensi keamanan berbasis nudge
harus disesuaikan dengan karakteristik media yang digunakan. Dengan demikian,
diperlukan pengembangan nudge yang secara khusus dirancang untuk lingkungan
pesan teks agar dapat membantu pengguna dalam mengenali dan menghindari serangan
SMiShing secara lebih efektif. |
DAFTAR PUSTAKA
Edwards,
M. E., Chen, J., & Still, J. D. (2026). Can a conventional email
phishing nudge help fight SMiShing attacks? Computer Standards &
Interfaces, 95, 104031.
Edwards,
M. E., et al. (2021). Understanding SMiShing behavior and awareness.
Journal of Cybersecurity Research, 5(2), 45–56.
Nicholson,
J., Coventry, L., & Briggs, P. (2019). Can we fight social engineering
attacks by training users to better assess phishing emails? Behaviour &
Information Technology, 38(7), 1–20.